Berdakwah Dengan Hati

Senin, 28 November 2016

Sebelum Terlahir ke Dunia, Ini 9 Hak Anak

Mozaik Islam - APAKAH Anda ingin memiliki anak? Ya, tentu semua orang ingin memiliki keturunan, yang bisa melanjutkan kehidupannya. Nah, sebagai calon orangtua, memahami dan mempelajari perihal pernikahan, keluarga dan anak perlu dilakukan. Sebab, hal inilah yang akan menjadi modal penting dalam kelangsungan hidup berumah tangga, khususnya ketika memiliki buah hati.

Biasanya, banyak orangtua yang memperhatikan hak-hak anak ketika anak telah terlahir ke dunia. Padahal, sebelum anak terlahir pun, anak memiliki haknya. Dan sebagai calon orangtua, kita harus bisa memenuhi hak anak itu. Lantas, apa sajakah hak anak yang belum lahir ke dunia?

Pertama, memiliki keturunan atau nasib yang baik. Hal ini merupakan salah satu alasan mengapa kita harus berhati-hati saat memilih pasangan hidup. Karena pada nantinya, pasangan kita akan menjadi ayah atau ibu dari anak-anak kita. Oleh karena itu, kita harus bisa memilih pasangan dengan pemahaman agama yang baik agar bisa menjadi imam dan ibu yang baik.

Kedua, dijaga sejak dalam kandungan. Banyak ibu yang melakukan aborsi untuk menggugurkan anaknya karena berbagai alasan. Padahal, anak memiliki hak untuk dijaga saat masih di dalam kandungan. Kita harus memastikan bahwa sang anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan berkonsultasi pada dokter agar kandungan tetap terjaga. Inilah hak anak dalam keluarga.

Ketiga, membaca do’a sebelum berjima’. Terdapat beberapa hal yang harus kita lakukan sebelum melakukan hubungan suami istri, yakni berwudhu, berdoa, dan selalu mengingat Allah agar diberikan benih yang menjadi calon anak shaleh dan atau shalehah. Semua adab dan tatacara itu telah dicontohkan dan diajarkan Islam.



Keempat, memilih ibu yang sholehah. Jangan pernah meremehkan akan hal ini. Ibu adalah orang pertama yang berpengaruh terhadap perkembangan anak-anak dalam keluarga. Dapat dikatakan bahwa seorang ibu adalah pencetak karakter anak, bagaimana cara seorang ibu mendidik anaknya, mengasuh anaknya dan menyayangi anaknya.

Kelima, mempersiapkan nama-nama yang baik dan memiliki kandungan doa. Nama adalah doa. Sebelum anak lahir, sebaiknya kita mempersiapkan beberapa nama untuk anak, baik laki-laki ataupun perempuan. Pastikan bahwa nama itu memiliki nama dan arti yang baik agar doa tersebut menjadikan sang anak sesuai dengan harapan kita. Hukum memberi nama anak sebelum lahir harus dipenuhi oleh orang tua.

Keenam, terlahir dari orangtua yang sah. Sekarang ini, banyak kita jumpai anak yang lahir hanya dengan seorang ibu karena ayahnya tidak mau bertanggungjawab dan justru melarikan diri. Meskipun dosa itu bukanlah dosa sang anak, melainkan orangtuanya. Saat mereka mengerti pastinya akan menimbulkan tekanan tersendiri bagi pikiran dan hati sang anak.




Ketujuh, dinafkahi dan diberikan dengan rezeki yang halalan thoyyiban. Jangan pernah memberikan pakaian, makanan atau keperluan anak yang lain dengan rezeki yang tidak halal. Pastikan bahwa rezeki yang diberikan merupakan rezeki yang halal, baik dari sumber, cara memperolehnya hingga pemakaiannya.

Kedelapan, selalu didoakan. Meskipun masih di dalam kandungan, orangtua hendaknya selalu memberikan doa-doa, bisa berupa membacakan ayat suci Al-Qur’an atau mengucapkan dzikir serta kalimat thoyyibah.

Kesembilan, ibunya dimanjakan ketika sedang hamil. Melewati 9 bulan saat mengandung anak bukanlah perkara mudah. Oleh karena itu, sebaiknya orang di sekitar, khususnya suami harus siap siaga dalam membantu sang ibu dalam melakukan aktivitas agar tidak membahayakan sang anak. []

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sebelum Terlahir ke Dunia, Ini 9 Hak Anak