Berdakwah Dengan Hati

Sabtu, 17 Desember 2016

Awas!! Asap Rokok Bisa Meningkatkan Risiko Anak Anda Terinfeksi Flek Paru.

Asap rokok ternyata tidak hanya dapat merugikan diri sendiri, tetapi juga dapat merugikan orang lain, khususnya anak-anak. Pasalnya, asap rokok dapat meningkatkan risiko anak terinfeksi flek paru. Berikut info medisnya.


Flek paru, atau dikenal dalam dunia medis sebagai penyakit tuberkulosis (TB) merupakan salah satu dari 10 besar penyakit penyebab kematian di dunia, termasuk di Indonesia.
Setiap tahunnya, ada sekitar 8.6 miliar penduduk dunia yang mengalami penyakit flek paru atau tuberkulosis (TB), dan 6% di antaranya adalah anak yang berusia kurang dari 18 tahun.
Selanjutnya, setiap tahun ada sekitar 1.3 juta penduduk dunia yang meninggal dunia akibat flek paru, atau tuberkulosis (TB), dan 8% di antaranya masih anak-anak. Di Indonesia, sekitar 0.4% penduduk mengalami penyakit flek paru, atau tuberkulosis (TB).


Flek paru, atau tuberkulosis (TB), merupakan penyakit infeksi oleh kuman M. Tuberculosis. Kuman tersebut dapat masuk ke dalam tubuh anak melalui udara. Jika anak memiliki daya tahan tubuh yang baik, kuman yang masuk ke tubuh anak tersebut tidak akan berkembang menjadi penyakit. Namun, jika keadaan daya tahan tubuh anak kurang baik, kuman akan berkembang dan menyebabkan penyakit flek paru, atau tuberkulosis (TB).
Penyakit tuberkulosis (TB) paling banyak terdapat pada paru-paru, oleh karena itu penyakit ini lebih dikenal dengan sebutan flek paru. Namun sebenarnya, kuman penyebab penyakit ini juga dapat menginfeksi berbagai organ lain di dalam tubuh, seperti kelenjar getah bening, tulang, hati, ginjal, dan menyebar melalui darah ke seluruh tubuh.
Penyakit flek paru, atau tuberkulosis (TB) dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko, seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, kondisi lingkungan dan tempat tinggal, gizi, daya tahan tubuh, keadaan sosial ekonomi, dan adanya kontak dengan penderita tuberkulosis (TB). Selain itu, kebiasaan merokok atau menghirup asap rokok juga merupakan salah satu faktor risiko penyakit tuberkulosis (TB).
Berbagai penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa anak yang sering menghirup asap rokok memiliki risiko yang lebih tinggi terinfeksi kuman tuberkulosis (TB). Anak-anak yang sering menghirup asap rokok tersebut memiliki risiko 3 kali lipat menderita penyakit tuberkulosis (TB) dibandingkan dengan orang dewasa yang sering menghirup asap rokok. Hal ini tentunya disebabkan oleh daya tahan tubuh anak yang lebih lemah dibandingkan dengan daya tahan tubuh orang dewasa.   
Mengapa paparan asap rokok meningkatkan risiko anak mengalami penyakit tuberkulosis (TB)?

  1. Menghirup asap rokok dapat menurunkan fungsi sel berambut yang ada di saluran nafas anak. Sel berambut ini berfungsi melindungi kesehatan paru-paru anak. Jika fungsi sel ini terganggu maka anak akan lebih rentan terhadap infeksi paru.
  1. Paparan asap rokok dapat menurunkan jumlah dan kerja sel imun dalam tubuh anak sehingga kemampuan pertahanan tubuh terhadap infeksi menjadi berkurang.


Kedua faktor tersebutlah yang menyebabkan mengapa anak-anak yang sering menghirup asap rokok lebih rentan terinfeksi kuman tuberkulosis (TB).
Apa yang dapat kita lakukan agar anak tidak terinfeksi penyakit tuberkulosis (TB)?
Agar anak dapat terhindar dari infeksi kuman tuberkulosis (TB), selain menjaga kecukupan gizi anak, mencegah anak berkontak langsung dengan penderita tuberkulosis (TB) dalam jangka waktu lama, serta menjaga kebersihan, pencahayaan, dan ventilasi rumah, anak juga harus dihindari dari paparan asap rokok. Paparan asap rokok dapat berasal dari rumah, misalnya orangtua atau anggota keluarga yang merokok, serta asap rokok yang terdapat di tempat-tempat umum.
Oleh karena itu, usahakan agar tidak ada anggota keluarga yang merokok di rumah, serta ajarkan anak untuk menggunakan masker ketika berada di tempat umum yang mungkin terdapat banyak asap rokok, seperti pasar, stasiun, terminal, pelabuhan, dan tempat umum lainnya.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Awas!! Asap Rokok Bisa Meningkatkan Risiko Anak Anda Terinfeksi Flek Paru.