Berdakwah Dengan Hati

Sabtu, 24 Desember 2016

Bukti Kebenaran Al-Qur’an Tentang Sidik Jari Terungkap, Ini Rahasianya Ternyata..

Jika kita perhatikan dengan teliti, di ujung jemari tangan kita terdapat tiga jenis garis, yaitu garis melengkung, garis melingkar dan garis meliuk-liuk atau garis kompleks karena terdiri dari beragam bentuk garis.



Dari garis-garis tersebut akan terbentuk suatu pola yang unik dan khusus di setiap jari manusia, mencerminkan identitas diri dan kepribadian masing-masing orang. Bentuk sidik jari tetap dan tidak akan berubah sepanjang pemiliknya masih hidup.

Sebagaimana dilansir dari sameeh.net bahwa para ilmuwan abad modern sekarang ini mengungkapkan, bahkan mumi di Mesir yang telah diawetkan tetap terlihat jelas dan utuh sidik jarinya.

Adalah Francis Galton (1880), Ilmuwan besar asal Inggris yang membuktikan bahwa di dunia ini tidak ada yang mempunyai lekukan halus sama pada sidik jarinya. Ia juga menegaskan bahwa lekukan dan garis dalam jari bahkan sudah tampak pada jemari saat masih dalm kandungan.

Selain itu, ternyata masih banyak fakta-fakta tentang sidik jari lainnya;

Pembentukan sidik jari bukan dimulai ketika bayi sudah lahirm Namun dimulai ketika janin dalam kandungan berusia empat bulan.
Sidik jari itu tetap dan tak mungkin berubah sepanjang hidup, kecuali terjadi luka gores atau sayatan yang parah.

Sidik jari antar tiap manusia tidak mungkin sama, meskipun itu saudara kembar.
Ada beberapa kemiripan bentuk namun tidak persis sama.
Sidik jari dianggap sebagai bukti otentik dari kepribadian setiap orang, dan banyak digunakan oleh para penegak hukum untuk mengungkap kasus criminal.
Sidik jari tidak terpengaruh oleh faktor genetika.

Posisi janin saat di dalam rahim serta kepadatan cairan ketuban yang mengelilinginya ialah faktor lingkungan yang dapat mempengaruhi pembentukan sidik jari.
Sidik jari berperan penting dalam proses mengidentifikasi data diri seseorang.
Terlepas dari semua itu, sejak diturunkan pada abad ke-7 Masehi, Al-quran sudah menjelaskan bahwa sidik jari merupakan bagian penting sebagai tanda pengenal seseorang.

Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

أَيَحْسَبُ الإنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ (٣) بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ
“Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna.” (QS. Al Qiyamah : 3 – 4)

Dalam surat Al-Qiyamah ayat 3-4 menjelaskan bagaimana mudahnya Allah subhanahu wa ta’ala menghidupkan kembali manusia setelah kematiannya. Ayat ini juga menekankan tentang sidik jari dan membuatnya menjadi sebuah kajian penting bagi Islam.

Fakta tentang sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Al Qur’an, Allah merujuk kepada sidik jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.

Subhanallah, inilah bukti kebenaran Al Qur’an mencakup ilmu pengetahuan sepanjang masa. Dengan kata lain Al Qur’an adalah bukti tertulis otentik yang bisa dijadikan sebagai rujukan ilmiah dalam mengupas masalah teknologi di zaman sekarang.


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Bukti Kebenaran Al-Qur’an Tentang Sidik Jari Terungkap, Ini Rahasianya Ternyata..