Berdakwah Dengan Hati

Senin, 16 Januari 2017

KETAHUILAH !!!!! "SUBHANALAH" BEGINILAH REAKSI ORANG TUA DI ALAM KUBUR KETIKA DIZIARAHI ATAU DIDOAKAN ANAKNYA. BANTU DI SHARE

Ziarah yaitu termasuk juga dari ajaran Islam, lantaran dengan sering berziarah kubur bakal berdampak pada ingat bakal kematian yang tentu datang, bila sering ingat mati, jadi bakal menghaluskan hati yang berdampak pada gampang terima nasehat serta giat beribadah

Lantas apa yang terjadi pada orangtua waktu Anda berziarah ke makam mereka atau waktu Anda mendoakan mereka?
 
Syaikh Muhammad al-Syanqithi, ulama Wahabi, berkata : “Semoga Allah mengampuni keluarga kita yang sudah meninggal dunia serta kaum Muslimin yang telah meninggal dunia. Saya tak dapat menahan tangis lihat begitu pentingnya ahli kubur pada kita. Saya terkesan serta saya menginginkan semuanya tahu hal semacam ini. "
 
Utsman bin Sawad, ulama salaf, menceritakan mengenai ibunya, seseorang wanita yang ahli beribadah. Waktu ibunya akan meninggal dunia, ia mengangkat pandangannya ke langit serta berkata : “Wahai tabunganku, wahai simpananku, wahai Tuhan yang senantiasa jadi sandaranku alam hidupku serta sesudah kematiaku, janganlah Engkau abaikan diriku saat mati, janganlah dibiarkan saya kesepian dalam kuburku. ” Lalu ia meninggal dunia.


Saya senantiasa berziarah ke makamnya setiap hari Jum’at. Saya berdoa untuk dia, serta memohonkan ampun baginya serta semuanya ahli kubur di situ. Pada
satu malam saya bermimpi berjumpa dengan ibuku.

Saya berkata : “Wahai ibuku, bagaimana keadanmu? ” 
 
Ia menjawab : “Wahai anakku, sebenarnya kematian itu yakni kesulitan yang dahsyat. Saya alhamdulillah ada di alam barzakh yang terpuji. Ranjangnya harum, serta bantalnya terbagi dalam tenunan kain sutera. ” 

Saya

berkata : “Apakah Ibu ada keperluan kepadaku? ”
Ia menjawab : “Iya, janganlah anda tinggalkan ziarah yang anda lakukan pada kami, sungguh saya begitu suka dengan kedatanganmu pada hari Jum’at waktu berangkat dari keluargamu. Beberapa orang akan berkata kepadaku : “Ini anakmu sudah datang. ” Lantas saya merasa senang, dan orang-orang mati yang ada di sekitarku juga suka. ”

Basysyar bin Ghalib, ulama salaf juga, berkata : “ Saya punya mimpi Robiah al-Adawiyah dalam tidurku. Saya memanglah senantiasa mendoakannya. Dalam mimpi itu ia berkata kepadaku : “Wahai Basysyar, hadiah-hadiahmu senantiasa hingga pada kami diatas piring dari sinar, ditutupi dengan sapu tangan sutera. ”
 
Saya berkata : “Bagaimana hal semacam itu bisa terjadi? ”
Ia menjawab : “Begitulah doa orang-orang yang masihlah hidup. Jika mereka mendoakan orang-orang yang telah mati serta doa itu dikabulkan, jadi doa itu ditempatkan diatas piring dari sinar serta ditutupi dengan sapu tangan sutera. 
 
Lantas hadiah itu diberikan pada orang mati yang didoakan itu. Lantas disebutkan padanya : “Terimalah, ini hadiah si anu padamu. ”
 
Seberapa sering kita berziarah ke makam orangtua, keluarga serta guru kita yang telah meninggal dunia? Seberapa banyak kita mendoakan mereka dalam beberapa waktu kita beribadah?? Ziarah kita serta doa kita begitu paling utama untuk mereka.

Mudah-mudahan bermanfaat.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+